Skip to main content

Membuat Visa Schengen Perancis untuk Paspor Indonesia


Membuat Visa Schengen Perancis untuk Paspor Indonesia

Jika kamu akan melakukan perjalanan ke luar negri, apakah itu untuk liburan atau bisnis, visa merupakan salah satu hal penting yang harus kamu miliki. Untuk mendapatkan visa suatu negara memang kadang-kadang repot karena setiap negara memiliki peraturannya masing-masing. 

Kalau pergi ke Eropa biasanya kita ingin berkunjung ke beberapa negara sekaligus karena lokasinya yang terbilang mudah dijangkau, bisa menggunakan kereta, bus ataupun mobil sewaan. Ingin berkunjung ke beberapa negara Eropa sekaligus? Jangan khawatir! Kita tidak perlu mengurus visa ke setiap negara yang akan kita kunjungi di Eropa jika negara-negara yang ingin kita kunjungi masih termasuk di Kawasan Schengen. Kita hanya perlu mengurus satu visa saja, Visa Schengen.


Apa itu Visa Schengen?

Visa Schengen merupakan visa kunjungan singkat bagi pengunjung/turis yang akan mengunjungi negara-negara yang termasuk di dalam Kawasan Schengen, baik itu untuk tujuan wisata atau bisnis. 
Ada 23 negara Uni Eropa (UE) dan 3 negara non-UE negara yang termasuk di dalam Kawasan Schengen. Negara-negara yang termasuk adalah Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, Islandia, Italia, Jerman, Latvia, Lichtenstein, Lituania, Luksemburg, Malta, Norwegia, Prancis, Polandia, Portugal, Republik Ceko, Slovenia, Slowakia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Yunani. 

Jadi, kalau kamu ingin mengunjungi salah satu atau beberapa negara tersebut, kamu harus memiliki Visa Schengen.


Jenis-jenis Visa Schengen

Berdasarkan tujuan  perjalanan, Visa Schengen dibedakan menjadi beberapa jenis:

1. Tujuan bisnis.
2. Mengunjungi teman dan keluarga.
3. Pariwisata dan liburan.
4. Acara budaya dan olahraga.
5. Transit bandara dan transit untuk pelaut.
6. Kunjungan resmi.
7. Alasan medis.
8. Tujuan studi dan penelitian jangka pendek.

Jenis tujuan perjalanan akan membedakan syarat dokumen yang harus disiapkan saat kamu akan mengajukan pembuatan Visa Schengen.

Perbedaan lainnya adalah jangka waktu validitas Visa Schengen. Berdasarkan jangka waktu validitas, Visa Schengen dibagi menjadi dua:

1. Single-entry visa
Dengan memegang Single-entry visa ini, kamu hanya akan diperbolehkan masuk ke negara Kawasan Schengen sekali saja. Jadi kamu tidak akan bisa masuk lagi dengan visa yang sama. 

2. Multiple-entry visa
Berbeda dengan single-entry visa, pemegang multiple-entry visa bisa berkali-kali masuk ke negara Kawasan Schengen. Jenis Visa Multiple Entry ada yang untuk durasi 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun. Walaupun diperbolehkan bolak-balik masuk, tapi pemegang visa multiple-entry tetap harus mengikuti aturan izin tinggal 90/180 hari visa Schengen. 

Izin tinggal 90/180 hari maksudnya adalah kamu diperbolehkan untuk tinggal di negara Kawasan Schengen maksimal selama 90 hari dalam kurun waktu 180 hari (6 bulan) sejak kamu masuk pertama kali di negara Kawasan Schengen. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa cek menggunakan Schengen Calculator

Visa Schengen Multiple Entry
Visa Schengen Multiple Entry

Apply Visa Schengen ke Negara Mana?

Hal ini memang sering membuat kita agak bingung. Aturan negara Schengen dalam pengajuan Visa Schengen ada 2 (dua), yaitu berdasarkan:

1. Main Destination: Negara yang menjadi destinasi utama (negara di mana kalian nanti akan tinggal paling lama);

2. Point of Entry: jika kalian tidak dapat menentukan main destination kalian, maka kalian bisa memilih negara pertama yang kalian masuki.

Contoh: 
Aku mengajukan aplikasi Visa Schengen Perancis karena aku akan tinggal di Perancis selama 5 hari. Perancis merupakan negara paling lama yang akan aku kunjungi (main destination), walaupun aku masuk ke Eropa melalui Roma, Italia. 
Temanku, Kiki, berencana untuk berkunjung ke Italia 5 hari, Perancis 5 hari dan Belgia 5 hari. Negara pertama yang akan dikunjungi Kiki adalah Italia. Maka, Kiki harus mengurus Visa Schengen Italia. 


Kantor perwakilan pembuatan visa: 

Pembuatan Visa Schengen sekarang biasanya tidak dilakukan langsung ke kedutaan besar negara Schengen lagi tapi melalui agen-agen yang sudah ditunjuk oleh negara-negara tersebut. Jika kamu ingin mengurus Visa Schengen Prancis, TLScontact merupakan agen perwakilan yang akan kamu kunjungi saat kamu akan mengurus Visa Schengen. Sedangkan untuk Italia, Jerman, Belanda, Austria, Belgia, dan Swiss (list lengkap negara-negara Kawasan Schengen yang diwakilkan oleh VFS Global bisa dilihat langsung di website resmi VFS Global). 

Karena destinasi utamaku akan ke Paris, aku mengurus Visa Schengen melalui TLScontact. Lokasi TLScontact di Jakarta:

TLScontact - Pusat Permohonan Visa
Menara Anugrah lantai dasar dan lantai 3
Lingkar Mega Kuningan
Jakarta (di sebelah Kedutaan Besar Thailand)


Cara mengajukan visa Schengen

Mengajukan Visa Schengen caranya sama dengan mengajukan visa ke negara lain, yang penting kamu mempersiapkan dokumen-dokumen sesuai persyaratan dan jujur. Banyak orang memilih menggunakan agen untuk mengajukan visa daripada mengurus sendiri karena malas, ribet, atau takut ditolak.  

Hal ini juga terjadi waktu aku akan membuat Visa Schengen, aku sudah menghubungi agen yang akan membantu membuatkan visa tapi karena beberapa hal akhirnya aku memutuskan untuk mengajukan aplikasi Visa Schengen sendiri tanpa bantuan agen karena mengurus visa menggunakan agen ternyata lebih ribet, lebih mahal, dan tidak ada jaminan juga kalau visa pasti disetujui. Toh, dokumen-dokumen yang diperlukan pun harus aku siapkan sendiri.  Berikut langkah-langkah pengajuan Visa Schengen Perancis via TLS tanpa bantuan agen:

1. Buat itinerary perjalanan

Langkah ini dilakukan sebelum melakukan pendaftaran untuk membantu kamu menentukan periode perjalananmu yang harus dimasukkan saat kamu mendaftar. Buat itinerary perjalanan kamu secara detail, selain untuk mempermudah kamu menghitung berapa lama perjalananmu, itinerary juga akan dilampirkan sebagai salah satu syarat mengurus visa. Berikut contoh itinerary yang aku buat untuk mengurus Visa Schengen. 

Contoh Itinerary untuk Mengajukan Visa Schengen
Contoh Itinerary untuk Mengajukan Visa Schengen


Karena satu dan lain hal, perjalananku tidak persis sama dengan yang sudah aku cantumkan di itinerary. Tidak perlu khawatir, yang penting periode masuk dan keluar dari Eropa tetap mengikuti aturan yang berlaku. 

2. Registrasi Online

Lakukan pendaftaran online melalui website resmi France-Visas, isi formulir, dan jangan lupa print formulir yang sudah diisi beserta dengan bukti pendaftaranmu sebelum melakukan pendaftaran di website TLSContact untuk memilih hari dan tanggal penyerahan dokumen dan interview. 


3. Lengkapi dokumen 

Sebelum kamu melakukan pendaftaran online dan memilih jadwal, pastikan kamu sudah menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan Visa Schengen Perancis via TLSContact:

a. Formulir aplikasi
Download formulir di website resmi France-Visas dan isi formulir dengan jujur. 

b. Dokumen perjalanan atau paspor
Pastikan paspormu masih aktif atau paling tidak saat berangkat masa berlaku paspormu masih lebih dari 6 bulan dari expiry date. 

c. Bukti pendaftaran di France-Visas
Print formulir dan bukti pendaftaranmu. 

d. Pas foto berwarna, khusus untuk visa Schengen

e. Itinerary
Print itinerary perjalananmu. 

f. Tiket PP
Jika kamu sudah membeli tiket, bisa langsung dilampirkan print tiketnya. Jika belum ada, bisa melampirkan print booking tiket. Jaman sekarang memang banyak sekali tiket promo, tapi tiket-tiket promo biasanya non-refundable. Sebaiknya hindari membeli tiket non-refundable supaya tidak rugi jika pengajuan visamu ditolak. 

Saat mengajukan aku melampirkan print booking tiket pesawat (tiket belum dibayar/issued) menggunakan KLM, tapi akhirnya membeli tiket Qatar Airways untuk perjalananku ke Eropa. 

g. Asuransi perjalanan
Pastikan kamu membeli asuransi perjalanan sesuai dengan syarat. Asuransi harus mencakup semua daerah yang akan kamu kunjungi (biasanya ada asuransi perjalanan khusus Wilayah Schengen) dengan minimal uang pertanggungan sebesar €30,000 atau sekitar Rp. 480.000.000. 

Aku menggunakan asuransi perjalanan dari AXA SmartTraveller Single Trip - Gold Package dengan pertimbangan syarat uang pertanggungan terpenuhi dan harga yang affordable untuk 2 orang (asuransi bisa dibeli untuk jenis grup), sekitar Rp. 550.000. Masa berlaku akan menyesuaikan tanggal perjalanan berangkat dari Indonesia hingga kembali sampai di Indonesia lagi.

h. Booking akomodasi/hotel
Lampirkan semua print booking hotel, yang sudah dibayar ataupun yang belum. 

i. Rekening koran
Saat mengajukan visa, syarat saldo minimal rekening adalah untuk menjamin orang tersebut memiliki uang yang cukup untuk hidup di negara yang dituju selama kunjungan. Perhitungan setiap negara pun berbeda-beda, perhitungan lengkap sesuai dengan peraturan Komisi Eropa bisa dilihat di website Schengen Visa Info

Untuk Perancis, jika pemohon belum melakukan booking akomodasi atau sudah memiliki booking tapi belum membayar, maka per hari dihitung sebesar €120. Tapi, jika pemohon sudah memiliki dan membayar booking akomodasinya, maka per hari dihitung sebesar €65. Nah, dari situ tinggal dikali saja berapa hari lamanya kalian akan berkunjung ke negara tersebut sehingga kalian tahu berapa minimal saldo yang harus kalian miliki di rekening kalian. Contohnya, jika kamu sudah memiliki bukti booking pesawat dan akomodasi tetapi belum dibayar dan kamu berencana tinggal selama 10 hari maka kamu harus memiliki paling tidak €1200 atau Rp. 21.600.000 (€1 = Rp. 18.000) di rekeningmu.

Waktu awal aku mencari tahu soal visa melalui agen, salah satu syarat yang diminta oleh agen adalah syarat mengenai jumlah minimal saldo rekening mengendap minimal Rp. 50 juta dalam 3 bulan terakhir. Setelah research mengenai ini aku menemukan ternyata hal ini tidak benar karena yang diminta adalah rekening aktif yang menunjukkan aktifitas. Hindari melampirkan rekening koran yang menunjukkan adanya uang dalam jumlah besar masuk tiba-tiba dalam 3 bulan terakhir. Bisa tetap melampirkan rekening koran tabungan dengan saldo mengendap tapi lampirkan juga rekening koran yang menunjukkan aktifitas normal. 


j. Surat keterangan kerja dari kantor 
Surat keterangan kerja dari kantor ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa pemohon visa memiliki pekerjaan sehingga pemohon tidak akan mencari pekerjaan di negara yang dikunjungi dan akan kembali ke Indonesia saat waktu kunjungannya berakhir. Selain itu, surat keterangan kerja juga harus mencantumkan jumlah gaji pemohon yang nantinya akan dicocokkan dengan slip gaji.

Untuk wiraswasta tetap harus melampirkan surat keterangan bahwa pemohon seorang wiraswasta. 

Contoh Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan untuk Mengajukan Visa Schengen
Contoh Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan untuk Mengajukan Visa Schengen

k. Slip gaji
Print slip gaji selama 3 bulan terakhir sebagai dokumen pendukung surat keterangan kerja untuk memastikan bahwa benar kita menerima gaji sebesar yang tertera setiap bulannya. Jika kamu seorang wiraswasta atau pensiunan, maka akan diminta dokumen pendukung yang berbeda.


Daftar dokumen selengkapnya bisa dilihat di website resmi France-Visas dengan terlebih dahulu mengisi formulir. Saat dokumen sudah lengkap, pastikan urutan dokumen sesuai dengan yang tercantum pada bukti pendaftaran France-Visas. Jika dokumen tidak sesuai dengan urutan, pihak TLSContact berhak untuk menolak pengajuan visa pemohon. 


4. Daftar online di website TLSContact, pilih tanggal untuk datang. 
Jika semua sudah lengkap, kamu bisa melakukan pendaftaran di website TLSContact untuk memilih tanggal. 


5. Datang ke kantor TLSContact untuk pembayaran, interview dan biometrik.
Saat datang kamu akan diminta menitipkan handphone di bagian penitipan barang. Setelah itu akan ditawarkan Value Added Services, yaitu Premium Lounge (ruang tunggu premium, antrian jalur cepat, fotokopi gratis, dll) dengan biaya tambahan Rp. 695.000 dan Express Courier Return untuk pengiriman kembali dokumen-dokumen perjalananmu dengan biaya tambahan Rp. 75.000 per paspor (untuk wilayah Jabodetabek), Rp. 110.000 per paspor (untuk wilayah Jawa, Sumatra dan Bali) dan Rp. 225.000 per paspor (untuk wilayah lainnya). Aku memilih menggunakan Express Courier Return supaya tidak perlu kembali mengambil ke kantor TLSContact yang jaraknya cukup jauh dari kantor ataupun tempat tinggalku. 

Setelah itu kamu akan dipanggil ke salah satu bilik di mana petugas akan memeriksa dokumen-dokumenmu dan akan menanyakan beberapa pertanyaan. Setelah document checking dan interview, kamu membayar biaya dan menunggu untuk dipanggil masuk ke bilik biometrik untuk scan sidik jari dan mata. Setelah itu kamu boleh pulang. Jangan lupa tetap simpan dokumen bukti pembayaran dan lainnya. 


Kamu bisa cek proses pengajuan Visa Schengen-mu melalui website TLSContact. Jika dokumenmu lengkap waktu proses pengajuan Visa Schengen tidak lama, Visa Schengenku keluar hanya dalam waktu 2 hari. Jika ada dokumen pendukung yang dibutuhkan oleh Kedutaan Besar Perancis pemohon akan segera dihubungi dan diberikan waktu untuk melengkapi. 

Kalau permohonanmu ditolak, kamu bisa melakukan pengajuan kembali minimal 30 hari setelah dokumen dan paspormu dikembalikan. Biasanya pihak terkait tidak memberikan alasan penolakan visa. Hal ini pun sudah dicantumkan di website mereka. Maka dari itu, sebaiknya mengajukan Visa Schengen dari jauh hari, 90 hari sebelum tanggal keberangkatan. Jika tidak yakin, tiket dan hotel bisa menggunakan bukti booking dahulu. Memang tiket promo sangat menggoda tapi jika akhirnya visa ditolak akan lebih besar kerugian yang ditanggung karena biasanya tiket dan hotel promo tidak bisa dikembalikan/non-refundable. Selain itu jika sudah mengajukan dari jauh hari dan ditolak, masih ada waktu untuk mengajukan banding/appeal. 




Comments

Popular posts from this blog

Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel Review

I got it for free as a bonus when I bought Cosmopolitan Indonesia Anniversary issue in September 2012. I had never heard about the product before I bought the issue. So, I had to google it first. There were so many good reviews about this product. I started using this product last month since I ran out of my Olay Natural White All in One Fairness Day Lotion. 

Review: Kiehl’s Blue Astringent Herbal Lotion

I’ve been holding off this review for a really long time. I kept this as a draft for far too long. Sorry! I had acne problems for years and tried so many products but none really helped. In 2011, my acne problem was worse than ever (thanks to Jakarta’s air pollution, stress and lack of sleep). So, I browsed on the internet to find the best skincare for acne-prone oily skin and many reviewers recommended Kiehl’s Blue Herbal collection.

Review: The Night Watchman

Also known as: Night Watchman's Journal / Records of a Night Watchman / Diary of a Night Watchman Episodes: 24 Broadcast network: MBC Broadcast period: 2014-Aug-04 to 2014-Oct-21

Main Cast Jung Il Woo as Lee Rin Go Sung Hee as Do Ha Jung Yoon Ho as Kang Moo Suk Seo Ye Ji as Park Soo Ryun Kim Sung-Oh as Sadam